Banteng Jawa Lahir Lagi di Pangandaran, Populasi Purbajapa Jadi 7 Ekor

Induk Banteng Jawa bersama anaknya yang baru lahir di Purbajapa, Cagar Alam Pangandaran
KONSERVASI SATWA

Lebih dari dua dekade setelah lenyap dari Pangandaran, Banteng Jawa kembali beranak: bayi jantan dari induk Bindi lahir di Purbajapa, Cagar Alam Pangandaran, dan menggenapkan populasi menjadi tujuh ekor.

Kawanan Banteng Jawa Purbajapa
7ekor
4 bibit awal (Des 2024) Kelahiran 2025 Lahir 27 Okt 2026
7 Ekor
Total populasi Banteng Jawa di Purbajapa
22.23 WIB
Waktu kelahiran, Selasa (27/10/2026)
2003
Tahun spesies ini dinyatakan lenyap dari Pangandaran

Ringkasan Cepat

  • Anak Banteng Jawa jantan lahir dari induk Bindi hasil pembuahan pejantan Senta di Purbajapa, Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 22.23 WIB.
  • Ini kelahiran ketiga sejak program reintroduksi berjalan; populasi kini genap tujuh individu.
  • Purbajapa diresmikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada 11 Desember 2024 dengan empat bibit awal dari Taman Safari.
  • Satwa dikembangbiakkan semi-alami di lahan sekitar lima hektare dan dipantau sembilan pawang.

Seekor anak Banteng Jawa jantan lahir dari induk bernama Bindi di fasilitas konservasi Purbajapa, kawasan Cagar Alam Pangandaran, Selasa (27/10/2026) malam. Kelahiran ini menggenapkan populasi Banteng Jawa di Pusat Reintroduksi Pangandaran menjadi tujuh individu dan menjadi yang ketiga sejak program pelestarian bergulir pada 2024.

Kabar ini angin segar bagi upaya pelestarian satwa liar di Kabupaten Pangandaran. Banteng Jawa tergolong satwa yang terancam punah, dan di Pangandaran sendiri sempat dinyatakan lenyap sepenuhnya dari lanskapnya sejak awal 2003.

Bayi Banteng Jawa Jantan Lahir dari Induk Bindi di Purbajapa

Proses persalinan berlangsung pada malam hari. Bayi satwa itu keluar dari rahim betina Bindi, hasil pembuahan pejantan Senta, sekitar pukul 22.23 WIB. Anggota BKSDA TWA Cagar Alam Pangandaran, Hadiat Kelsaba, membenarkan kabar tersebut saat dihubungi, Kamis (29/10/2026).

"Alhamdulillah, iya, kemarin malam jam setengah 11." — Hadiat Kelsaba, BKSDA TWA Cagar Alam Pangandaran

Sebelum persalinan, pengelola konservasi sudah merekam aktivitas perkawinan Bindi dan Senta sejak awal Januari 2026. Setelah itu tim terus memantau kesehatan kandungan sang betina secara rutin hingga tiba waktunya melahirkan.

Kelahiran Ketiga Sejak Program Reintroduksi Banteng Jawa 2024

Bayi jantan ini tercatat sebagai kelahiran ketiga sejak inisiatif pengembangbiakan Purbajapa bergulir. Kelahiran perdana disumbangkan induk Uchi pada pertengahan 2025, disusul Bindi yang melahirkan pada Agustus 2025.

2003
Banteng Jawa dinyatakan lenyap sepenuhnya dari lanskap Pangandaran.
11 DESEMBER 2024
Purbajapa diresmikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Empat satwa dewasa dilepas sebagai bibit awal, menandai kepulangan Banteng Jawa ke Pananjung.
PERTENGAHAN 2025
Induk Uchi melahirkan, kelahiran pertama program.
AGUSTUS 2025
Bindi melahirkan, kelahiran kedua program.
AWAL JANUARI 2026
Perkawinan Bindi dan Senta terekam; kandungan dipantau rutin.
27 OKTOBER 2026 · 22.23 WIB
Anak jantan ketiga lahir dari Bindi. Populasi genap tujuh individu.
Pertumbuhan Populasi Banteng Jawa di Purbajapa
Jumlah individu pada tiap titik waktu
Sumber: keterangan BKSDA TWA Cagar Alam Pangandaran. Nilai tiap titik merupakan hitungan redaksi: empat bibit awal ditambah kelahiran berurutan, dengan total akhir tujuh individu sesuai keterangan narasumber.

Dari Taman Safari: Asal Empat Bibit Awal Banteng Jawa Purbajapa

Program ini memakai konsep perkembangbiakan semi-alami dengan empat bibit awal: sepasang pejantan dan sepasang betina. Keempatnya didatangkan dari cabang Taman Safari yang berbeda.

♀
Uchi
Taman Safari Bogor
♀
Bindi
Taman Safari Prigen
♂
Bejo
Taman Safari Gianyar
♂
Senta
Taman Safari Gianyar
Komposisi Tujuh Banteng Jawa Purbajapa
Bibit awal dan anak yang lahir di Purbajapa
Sumber: keterangan BKSDA TWA Cagar Alam Pangandaran; pengelompokan oleh redaksi.

Cara Purbajapa Mengembangbiakkan Banteng Jawa secara Semi-Alami

Fasilitas pengembangbiakan berdiri di atas lahan sekitar lima hektare. Sembilan pawang disiagakan memantau rutinitas satwa secara intensif, dari pakan hingga kesehatan.

± 5 haluas lahan
9pawang siaga
✓Distribusi pakan rutin
✓Pemberian suplemen nutrisi
✓Evaluasi rekam medis terpadu
✓Pemeriksaan siklus birahi
✓Perawatan kelayakan kandang
✓Pengecekan integritas pagar batas

Pemantauan tanpa henti ini dinilai krusial agar setiap satwa dapat kawin secara optimal, sekaligus menjaga keselamatan induk dan anaknya.

Siapa di Balik Program Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran?

Proyek pelestarian dipimpin langsung jajaran Kementerian Kehutanan lewat BBKSDA Jawa Barat, dengan dukungan lintas sektor.

Kementerian Kehutanan · BBKSDA Jabar Taman Safari Indonesia Star Energy Geothermal Darajat II Pemkab Pangandaran Masyarakat

Harapan: Sukses Pelestarian Tak Hanya Diukur dari Jumlah

Lahirnya banteng ketiga ini menjadi capaian bagi semua pihak yang merawat Purbajapa. Meski begitu, keberhasilan jangka panjang tidak semata diukur dari jumlah populasi.

Kesehatan SatwaPemantauan rutin dan rekam medis
Siklus ReproduksiKelancaran perkawinan hingga persalinan
Keutuhan HabitatKawasan tetap terjaga

Pertanyaan Umum seputar Banteng Jawa di Pangandaran

Berapa jumlah Banteng Jawa di Purbajapa Pangandaran sekarang?

Jumlahnya tujuh individu setelah seekor anak jantan lahir dari induk Bindi pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 22.23 WIB.

Siapa induk dan pejantan anak Banteng Jawa yang baru lahir?

Induknya bernama Bindi, hasil pembuahan pejantan Senta. Ini kelahiran ketiga sejak program reintroduksi berjalan.

Kapan Purbajapa diresmikan?

Purbajapa diresmikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada 11 Desember 2024, bersamaan dengan pelepasan empat satwa dewasa sebagai bibit awal.

Dari mana bibit Banteng Jawa di Purbajapa berasal?

Uchi dari Taman Safari Bogor, Bindi dari Taman Safari Prigen, serta Bejo dan Senta dari Taman Safari Gianyar.

Siapa yang menjalankan program pelestarian ini?

Program dipimpin Kementerian Kehutanan lewat BBKSDA Jawa Barat, bersama Taman Safari Indonesia, Star Energy Geothermal Darajat II, Pemkab Pangandaran, dan masyarakat.

Baca Juga Ikuti kabar terbaru seputar Kabupaten Pangandaran di halaman Berita Pangandaran.
Banteng Jawa Purbajapa Cagar Alam Pangandaran BKSDA Konservasi Satwa

Catatan Redaksi

Informasi kelahiran dan keterangan program bersumber dari petugas BKSDA TWA Cagar Alam Pangandaran, Hadiat Kelsaba. Jenis kelamin kelahiran pertama dan kedua tidak dirinci oleh narasumber. Grafik pertumbuhan populasi dan komposisi merupakan hitungan redaksi dari empat bibit awal ditambah tiga kelahiran, dengan total tujuh individu sesuai keterangan narasumber. Redaksi membuka ruang tanggapan dari BBKSDA Jabar maupun pihak terkait lainnya.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Terbaru Lainnya di Pangandaran