Kemarau 7 Bulan, Warga Pangandaran Gelar Salat Istisqa
Kemarau yang sudah berlangsung sekitar tujuh bulan mendorong warga dan pelajar di Kecamatan Pangandaran menggelar Salat Istisqa, memohon turunnya hujan di halaman Masjid Agung Al Istiqomah.
Ringkasan Cepat
- Warga bersama pelajar di Kecamatan Pangandaran menggelar Salat Istisqa dan doa bersama di halaman Masjid Agung Al Istiqomah, Kamis (1/10/2026).
- Kegiatan menjadi ikhtiar menghadapi kemarau yang telah berlangsung sekitar tujuh bulan.
- Pelaksanaan melibatkan jajaran Majelis Ulama Kecamatan Pangandaran serta Majelis Ulama Desa se-Kecamatan Pangandaran.
- Kegiatan merupakan tindak lanjut imbauan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran dan instruksi MUI Provinsi Jawa Barat.
Menghadapi kondisi kemarau yang telah berlangsung sekitar tujuh bulan, umat Islam di Kecamatan Pangandaran melakukan ikhtiar melalui pelaksanaan Salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di halaman Masjid Agung Al Istiqomah, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menghadapi kemarau berkepanjangan yang berdampak terhadap kehidupan warga, mulai dari ketersediaan air bersih hingga aktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Pangandaran.
Salat Istisqa di Masjid Agung Al Istiqomah sebagai Ikhtiar Warga
Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Subaryo, mengatakan bahwa sebagai umat Islam, masyarakat tidak hanya dianjurkan berdoa, tetapi juga perlu melakukan ikhtiar ketika kemarau berlangsung cukup lama dan hujan belum kunjung turun.
"Sebagai umat Islam tentunya harus ada ikhtiar ketika kemarau sudah sekian lama, tidak ada hujan." — Subaryo, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran
Menurutnya, pelaksanaan Salat Istisqa ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan umat Islam di wilayah Kecamatan Pangandaran, sekaligus melibatkan jajaran Majelis Ulama Kecamatan beserta Majelis Ulama Desa se-Kecamatan Pangandaran.
"Yang pertama menjaga silaturahmi, kebersamaan antara umat Islam, jajaran Majelis Ulama Kecamatan Pangandaran, beserta Majelis Ulama Desa se-Kecamatan Pangandaran." — Subaryo, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran
Dasar Pelaksanaan Istisqa: Imbauan Pemda hingga Instruksi MUI Jabar
Subaryo menambahkan, pelaksanaan Salat Istisqa ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan telah melalui kajian dan menjadi tindak lanjut dari dua arahan sekaligus.
"Tidak lain ini menjalankan satu imbauan dari pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran untuk melaksanakan istigasah, yang kedua instruksi dari Majelis Ulama Provinsi Jawa Barat. Dan ini sudah melalui kajian untuk agar dilaksanakan istigasah." — Subaryo, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran
Alasan Pemilihan Lokasi Masjid Agung Al Istiqomah
Sementara itu, pemilihan halaman Masjid Agung Al Istiqomah sebagai lokasi kegiatan dilakukan dengan mempertimbangkan akses dan kapasitas tempat. Lokasi tersebut dinilai strategis dan mampu menampung masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Pangandaran.
"Ini dirasa sangat strategis, di tengah-tengah, dan sangat mudah untuk dilaksanakan, menampung dari semua pelosok." — Subaryo, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran
Dengan pelaksanaan Salat Istisqa ini, warga dan jajaran Majelis Ulama se-Kecamatan Pangandaran berharap hujan segera turun dan kondisi kekeringan yang telah dirasakan masyarakat selama berbulan-bulan dapat segera berakhir.

