SOSOK INSPIRASI : GUS NAS JOGJA MENGENAL LEBIH SANG MAESTRO BUDAYAWAN, PENULIS DAN TOKO AGAMA YOGYAKARTA

PROFIL TOKOH INSPIRASI

Dari santri penyair hingga penulis buku dan sutradara film dokumenter: perjalanan karya Gus Nas Jogja sejak 1978.

Foto Gus Nas Jogja
Foto : Gus Nas Jogja
1978
Mulai menulis puisi saat jadi santri
1987
Karya mendunia, hadir di National University of Singapore
1995
Buku pertama diterbitkan LP3ES

Ringkasan Cepat

  • HM. Nasruddin Anshoriy Ch, dikenal sebagai Gus Nas atau Gus Nas Jogja, mulai menulis puisi sejak 1978 saat menjadi santri di Pesantren Al Muayyad, Solo.
  • Tahun 1983, puisinya "Cakar-Cakar Garuda" dinilai subversif dan sempat membuatnya diinterograsi, lalu dibela para pakar hukum dan seniman.
  • Tahun 1984 mendirikan Lingkaran Sastra Pesantren dan Teater Sakral di Pesantren Tebuireng, Jombang.
  • Menulis banyak buku, antara lain Berjuang dari Pinggir dan Negara Maritim Nusantara, serta menjadi produser dan sutradara film dokumenter.
  • Kini menjadi Pengasuh Pesan Trend Budaya Ilmu Giri di Jogjakarta.

Harian Pangandaran, Halo Sobat Harian Pangandaran. Kali ini tim akan menyajikan tulisan Profil sang tokoh inspirasi yang sudah terbukti dari berbagai macam karyanya.

Tulisan ini di dedikasikan Buat Warga Pangandaran dan sekitarnya agar tetap berkarya ditengah apapun kondisi yang sedang dihadapi.

Mengenal Siapa Itu Gus Nas Jogja?

Perjalanan Gus Nas Jogja dalam Satu Garis Waktu
Ringkasan tonggak karya, dari 1978 hingga kini
  1. 1978Mulai menulis puisi saat menjadi santri di Pesantren Al Muayyad, Solo.
  2. 1983Puisi "Cakar-Cakar Garuda" dinilai subversif; ia dibela para pakar hukum dan seniman.
  3. 1984Mendirikan Lingkaran Sastra Pesantren dan Teater Sakral di Pesantren Tebuireng, Jombang.
  4. 1987Pembicara Forum Puisi Indonesia; hadir di Southeast Asian Writer's Conference, National University of Singapore.
  5. 1995Buku pertama, Berjuang dari Pinggir, diterbitkan LP3ES, Jakarta.
  6. 1996Buku Biografi Anregurutta Ambo Dalle diterbitkan Tiara Wacana.
  7. Awal 2000-anTerbit Negara Maritim Nusantara, Strategi Kebudayaan, dan Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya Jawa.
  8. 2006-2008Pengisi tetap "Analisis" di Kedaulatan Rakyat dan JogjaTV, serta "Tausiyah Cinta" di RRI Jogja.
  9. 2013Pemrakarsa antologi 90 penyair Jogja dan pembicara World Culture Forum di Bali.
  10. KiniPengasuh Pesan Trend Budaya Ilmu Giri di Jogjakarta.

Profil Gus Nas Jogja

HM. Nasruddin Anshoriy Ch, atau yang biasa dipanggil Gus Nas mulai menulis puisi sejak tahun 1978 saat masih menjadi santri di Pesantren Al Muayyad, asuhan KH. Umar Abdul Mannan, Solo. Saat kelas 1 SMP ia sudah membaca buku Antologi Puisi-Puisi Dunia terbitan Pustaka Jaya, juga puisi Chairil Anwar dan WS. Rendra.

Karya Gus Nas Jogja Sepanjang Masa

1983: Puisi "Cakar-Cakar Garuda" yang Dinilai Subversif

Tahun 1983 puisinya yang berjudul Cakar-Cakar Garuda sempat menyibukkan aparat keamanan karena dinilai subversif dan menuliskan kritik tajam pada Orde Baru dan Presiden Suharto. Sempat diinterograsi oleh Pangkopkamtib era Sudomo dan dibela oleh para pakar hukum seperti Abdurrahman Saleh, Adnan Buyung Nasution dll. Dari kalangan seniman muncul Emha Ainun Madjib, Rendra, Mochtar Lubis, HB. Jassin, Taufik Ismail dst yang turut membela, sedangkan Sapardi Djoko Damono menulis Catatan Kebudayaan di Majalah Sastra Horison berjudul "Tiba-Tiba Menjadi Penting".

1984: Lingkaran Sastra Pesantren dan Teater Sakral di Tebuireng

Tahun 1984 mendirikan Lingkaran Sastra Pesantren dan Teater Sakral di Pesantren Tebuireng, Jombang yang difasilitasi oleh KH. Yusuf Hasyim. Mengadakan Workshop dan Simposiun Nasional tentang Sastra Pesantren dengan mengundang Gus Dur, Ahmad Thohari, Cak Nun, Simon Hate, Hazim Amir dll bersama Teater Dinasti, Teater Mlarat Malang dan Teater Gapit Solo.

1987: Karya Gus Nas Jogja Mulai Mendunia

Tahun 1987 menjadi pembicara pada Forum Puisi Indonesia dengan makalah berjudul "Sastra Engagement: Titiktemu antara Poetika, Komitmen Sosial dan Dimensi Transenden". 

Karyanya mulai mendunia, pada tahun yang sama menghadiri undangan Southeast Asian Writer's Conference di National University of Singapore bersama Sulak Sivaraksa, Edwin Thumbo, F. Sionil Jose dll, dilanjutkan perjalanan sastra di sejumlah negara Asean dengan sponsor Mendikbud Fuad Hassan.

Sejak tahun 80-an puisi-puisinya dimuat di Majalah Sastra Horison, Panji Masyarakat, Amanah, dan beberapa puisinya secara khusus diterbitkan oleh Majalah Solidarity Philippines dengan ulasan mendalam oleh F. Sionil Jose sebagai New Voice of Asia.

Dari tahun 80-an hingga tahun 90-an menjadi interviewer untuk rubrik Dialog di Majalah Prisma dan Majalah Sastra Horison. Tahun 1995, buku pertamanya yang berjudul Berjuang dari Pinggir diterbitkan oleh LP3ES, Jakarta. Setahun kemudian, buku berjudul Biografi Anregurutta Ambo Dalle diterbitkan oleh Penerbit Tiara Wacana, menyusul buku Biografi Kompi Sudirman, Biografi Alumni Tidar Satu dan buku Biografi IB. Sudjana: Antara Tantangan dan Tentangan diterbitkan oleh Lemhannas, Jakarta.

2000-an: Buku Negara Maritim Nusantara dan Karya Lainnya

Awal tahun 2.000-an beberapa bukunya terbit, seperti Negara Maritim Nusantara yang diterbitkan oleh Tiara Wacana, buku berjudul Strategi Kebudayaan: Titik-Balik Kebangkitan Nasional diterbitkan oleh Unibraw Press, buku berjudul Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya Jawa diterbitkan oleh Penerbit Obor Indonesia.

Daftar Buku Gus Nas Jogja yang Disebut dalam Profil Ini
Berdasarkan urutan penerbitan yang tercantum dalam artikel
Judul BukuPenerbitWaktu
Berjuang dari PinggirLP3ES, Jakarta1995
Biografi Anregurutta Ambo DalleTiara Wacana1996
Biografi Kompi SudirmanLemhannas, JakartaMenyusul setelahnya
Biografi Alumni Tidar SatuLemhannas, JakartaMenyusul setelahnya
Biografi IB. Sudjana: Antara Tantangan dan TentanganLemhannas, JakartaMenyusul setelahnya
Negara Maritim NusantaraTiara WacanaAwal 2000-an
Strategi Kebudayaan: Titik-Balik Kebangkitan NasionalUnibraw PressAwal 2000-an
Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya JawaObor IndonesiaAwal 2000-an

Tahun 2006-2008 menjadi pengisi acara tetap bertajuk "Analisis" di koran Kedaulatan Rakyat, di JogjaTV, dan mengisi "Tausiyah Cinta" di Programa 2 RRI Jogja. Tahun 2013 menjadi Pemrakarsa Penerbitan Buku Antologi 90 Penyair Jogja berjudul "Lintang Panjer Wengi di Langit Jogja" dan buku geguritan edisi Bahasa Jawa.

Beberapa kali memenangkan lomba penulisan puisi tingkat nasional, antara lain terkait Lingkungan Hidup, dan Memperingati 50 Tahun Indonesia Merdeka.

Tahun 2013 menjadi pembicara pada World Culture Forum di Bali dan berbagai forum kebudayaan lain. Menjadi Produser dan Sutradara berbagai film dokumenter, antara lain "Mata Air Kebangsaan: Pergumulan Sejarah Ki Hadjar Dewantoro", "Jejak Juang Sang Rais Akbar: Kepahlawanan Kyai Hasyim Asy'arie" dll. Saat ini selain menulis buku, juga menjadi Pengasuh Pesan Trend Budaya Ilmu Giri di Jogjakarta

Hingga saat ini, Sang Maestro tetap berkarya untuk Negeri ini. Tanpa lelah dan mengenal usia senja, beliau tetap menjadi Inspirasi Anak-anak muda dalam berkarya.

FAQ Seputar Gus Nas Jogja

Siapa Gus Nas Jogja?

Gus Nas Jogja adalah HM. Nasruddin Anshoriy Ch, yang mulai menulis puisi sejak 1978 saat menjadi santri di Pesantren Al Muayyad, Solo. Ia kemudian dikenal sebagai penyair, penulis buku, serta produser dan sutradara film dokumenter.

Apa saja karya Gus Nas Jogja?

Di antaranya buku Berjuang dari Pinggir (LP3ES), Negara Maritim Nusantara, Strategi Kebudayaan: Titik-Balik Kebangkitan Nasional, dan Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya Jawa, serta film dokumenter seperti "Mata Air Kebangsaan: Pergumulan Sejarah Ki Hadjar Dewantoro".

Mengapa puisi Cakar-Cakar Garuda menjadi perbincangan?

Pada 1983, puisi tersebut dinilai subversif karena memuat kritik tajam pada Orde Baru dan Presiden Suharto. Gus Nas sempat diinterograsi, lalu dibela para pakar hukum dan seniman.

Profil TokohGus Nas JogjaPenyairSastra PesantrenBudayawan Jogja
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Terbaru Lainnya di Pangandaran