Abrasi Batukaras Kian Parah, Bibir Pantai Ambrol Disapu Ombak
Abrasi Pantai Batukaras bikin perahu nelayan naik ke badan jalan menuju Pantai Batukaras.
Sebanyak 33 perahu terdampak abrasi kini menyandarkan haluannya hingga menjorok ke jalan, memicu gangguan lalu lintas dan memaksa Pemkab Pangandaran turun tangan.
Abrasi Paksa Perahu Sandar hingga Tepi Jalan
Pemandangan tak biasa terlihat di dekat Pantai Batukaras, tepatnya sebelum Tanjakan Eras. Puluhan perahu nelayan kini bersandar bukan lagi di bibir pantai, melainkan hingga ke tepi jalan raya.
Kondisi abrasi yang terjadi di sepanjang sisi timur Batukaras membuat nelayan khawatir perahu mereka terseret ombak jika tetap ditambatkan di pesisir. Akibatnya, haluan perahu yang menjorok ke badan jalan menghambat kendaraan yang melintas.
Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses umum menuju kawasan wisata Pantai Batukaras. Kendaraan roda dua maupun roda empat kini hanya bisa melintas secara terbatas dan harus ekstra hati-hati.
Wisatawan Tetap Ramai Meski Ramadan
Situasi ini terjadi di tengah suasana bulan suci Ramadan. Meski demikian, kawasan Pantai Batukaras tetap dipadati wisatawan, terutama turis asing yang memang menjadikan destinasi ini sebagai salah satu favorit di Kabupaten Pangandaran.
Kondisi perahu yang sebagian menutup badan jalan pun menjadi perhatian para pengunjung. Selain mengganggu lalu lintas, situasi tersebut dinilai dapat membahayakan pengguna jalan.
Pemdes Akan Bahas dengan Nelayan
Kepala Desa Batukaras, Hadi Somantri, membenarkan adanya perahu yang menghalangi akses menuju blok Legokpari atau objek wisata pantai.
“Dengan nelayan nanti akan dibahas sambil buka puasa bersama,” kata Hadi melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/2/2026).
Menurut Hadi, selain menertibkan perahu yang berserakan, pihak desa juga akan menata para pedagang yang memanfaatkan area pedestrian dan trotoar.
“Kami juga akan menertibkan pedagang, karena pedestrian dan trotoar tidak hanya ditempati perahu, tetapi juga diisi pedagang,” ucapnya.
Ia menilai, solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ini adalah pembangunan pemecah ombak serta dermaga agar nelayan bisa melaut dan bersandar dengan aman.
“Kalau tetap seperti ini, nelayan pasti was-was. Bahkan sekarang banyak nelayan yang memilih memutar ke Sungai Cijulang untuk memarkirkan perahunya di sana,” tambahnya.
Sebagian nelayan lainnya memilih menarik perahu ke darat hingga ke halaman rumah yang cukup luas. Ada pula yang terpaksa menarik perahu sampai menyentuh trotoar agar lebih aman dari terjangan ombak.
Baca Juga : Bak di Spanyol dengan Matador Banteng, di Pangandaran Adu Ketangkasan Domba Garut
Bupati Targetkan Penertiban Sebelum Lebaran
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, memastikan pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi terkait penataan kawasan Pantai Batukaras kepada pedagang dan nelayan.
“Kesepakatannya kemarin, pedagang siap ditertibkan dan ditata setelah Lebaran nanti. Sementara untuk perahu nelayan yang berjumlah 33 unit yang biasa masuk ke badan jalan, itu juga akan kita tertibkan,” ujarnya.
Citra menargetkan penertiban perahu yang memakan badan jalan bisa diselesaikan sebelum Lebaran. Langkah ini diambil agar arus lalu lintas wisatawan saat libur Idulfitri tidak terganggu.
Pemerintah daerah juga berencana menguruk lahan sebagai lokasi khusus penyandaran perahu, sekaligus menyediakan tempat relokasi bagi pedagang.
“Rencananya Pemerintah berencana menguruk lahan untuk menempatkan perahu, dan kami juga akan menyediakan lahan bagi para pedagang,” katanya.
Tak hanya itu, Pemkab Pangandaran juga menyiapkan pembangunan kios berukuran 4x4 meter bagi pedagang. Estimasi anggaran untuk penertiban dan pembangunan fasilitas tersebut mencapai Rp1,5 miliar.
Dengan langkah penataan ini, pemerintah berharap aktivitas nelayan tetap berjalan aman, sementara akses menuju Pantai Batukaras kembali lancar menjelang puncak kunjungan wisata.

