Mahasiswa ITB dan 8 Negara Belajar Konservasi di Pangandaran

Edukasi & Konservasi

ITB Pilih Pangandaran sebagai Lokasi Pembelajaran Konservas

📅 Tanggal: Juli 2026 📍 Lokasi: TWA Cagar Alam Pangandaran

PANGANDARAN – Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kembali menjadi lokasi pembelajaran lapangan bertaraf internasional. Sebanyak 26 peserta dari delapan negara mengikuti Tropical Biodiversity Summer Course 2026: Towards Sustainable Conservation yang diselenggarakan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 11–12 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan memperkenalkan kekayaan keanekaragaman hayati tropis sekaligus memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya konservasi berkelanjutan.

📊 Grafik Fokus Kelompok Objek Observasi Lapangan
Serangga (Lepidoptera / Kupu-kupu) Fokus Utama
Burung (Aves) & Fauna Terestrial Pengamatan Aktif
Ekosistem Pesisir (Moluska & Echinodermata) Eksplorasi Laut

Selama dua hari, peserta melakukan observasi langsung terhadap berbagai ekosistem di kawasan Cagar Alam Pangandaran. Mereka mengamati beragam flora dan fauna, mulai dari ikan, echinodermata (hewan berkulit duri), moluska, burung (aves), hingga serangga kelompok lepidoptera atau kupu-kupu.

Koordinator Tropical Biodiversity Summer Course 2026, Ardhiani Kurnia Hidayanti, Ph.D., memandu peserta dalam setiap sesi pengamatan lapangan. Selain itu, pemandu wisata Cagar Alam Pangandaran, Iqdam, turut memberikan penjelasan mengenai karakteristik kawasan pesisir dan potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki Pangandaran.

Pengalaman Lapangan Jadi Bagian Penting Pendidikan

Kepala Program Studi Sarjana Biologi SITH ITB, Husna Nugrahapraja, Ph.D., mengatakan pembelajaran di lapangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan ilmu hayati.

"Belajar konservasi tidak cukup hanya di dalam kelas. Mahasiswa perlu melihat langsung kondisi di lapangan, menganalisis masalah ekologis secara kritis, dan belajar berkolaborasi untuk mencari solusi yang berkelanjutan." — Husna Nugrahapraja, Ph.D.

Menurutnya, pengalaman langsung di kawasan konservasi akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dibandingkan pembelajaran teori semata.

Peserta Asal Afganistan Terkesan dengan Biodiversitas Pangandaran

Keanekaragaman hayati Pangandaran juga memberikan kesan mendalam bagi peserta internasional.

Salah satunya, Walid Qarar, mahasiswa pascasarjana asal Afganistan, mengaku kagum karena dapat mempelajari berbagai jenis tumbuhan dan satwa secara langsung di habitat alaminya.

"Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Kami bisa melihat dan belajar berbagai macam hewan, tumbuhan, dan beragam biodiversitas lainnya." — Walid Qarar

Ia menilai pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memahami ekosistem tropis Indonesia yang dikenal memiliki tingkat biodiversitas tinggi.

Pengelola Cagar Alam Apresiasi Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Kepala Resort Pangandaran, Kusnadi, S.P., menyambut baik penyelenggaraan kegiatan pendidikan lapangan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara kawasan konservasi dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian lingkungan.

"Kami sangat mengapresiasi kunjungan para peserta Summer Course SITH ITB ke Pangandaran. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan, mengenal keanekaragaman hayati, serta memahami pentingnya pengelolaan dan perlindungan kawasan konservasi. Kami berharap pengalaman ini mampu menumbuhkan kepedulian dan komitmen generasi muda dalam menjaga kelestarian alam." — Kusnadi, S.P.

Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut sehingga kawasan konservasi Pangandaran tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga pusat pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa maupun peneliti dari dalam dan luar negeri.

📌 Informasi Kegiatan
  • Penyelenggara SITH ITB
  • Waktu Pelaksanaan 11–12 Juli 2026
  • Objek Studi Flora, Fauna, Pesisir, & Konservasi
💡 Fokus Pembelajaran
  • Pendekatan Observasi Lapangan Langsung
  • Tujuan Utama Konservasi Berkelanjutan & Kolaborasi Global
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Terbaru Lainnya di Pangandaran