Seru! Ratusan Remaja Pangandaran Balap Lari Tanpa Alas Kaki

Ramadan Seru! Ratusan Remaja Pangandaran Balap Lari Tanpa Alas Kaki

Lomba lari tanpa alas kaki Run Race 2026 digelar di jalan baru ujung tol Pangandaran pada Jumat malam (6/3/2026). Kegiatan yang diinisiasi Polres Pangandaran ini diikuti ratusan remaja sebagai cara mencegah balapan liar selama Ramadan 2026.


Ratusan Remaja Ikuti Lomba Lari Tanpa Alas Kaki

Ratusan remaja dari berbagai wilayah di Kabupaten Pangandaran mengikuti lomba lari tanpa alas kaki yang digelar di jalan baru ujung tol Pangandaran pada Jumat malam (6/3/2026).

Kegiatan bertajuk Run Race 2026 ini diinisiasi oleh Satuan Lalu Lintas Polres Pangandaran sebagai alternatif kegiatan positif bagi kalangan remaja, khususnya selama bulan Ramadan.

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga bertujuan mengalihkan perhatian remaja dari aktivitas balapan liar yang kerap meresahkan masyarakat pada malam hari.


Upaya Polisi Cegah Balapan Liar

Kapolres Pangandaran, Ikrar Potawari mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk menekan aksi balapan liar di wilayah Pangandaran.

“Kegiatan ini kami gelar sebagai upaya mencegah balapan liar yang sering mengganggu masyarakat, khususnya selama Ramadan 2026,” ujar Ikrar.

Ia menjelaskan, malam hari selama Ramadan kerap menjadi waktu rawan munculnya balapan liar oleh kalangan remaja. Karena itu, pihak kepolisian mencoba menghadirkan kegiatan yang lebih positif dan tetap menarik bagi generasi muda.


Kapolres Ikut Adu Lari 100 Meter

Sebelum perlombaan resmi dimulai, suasana semakin meriah ketika Kapolres Pangandaran turut ambil bagian sebagai peserta pertama.

Ikrar Potawari bahkan ikut adu lari sejauh 100 meter melawan panitia. Aksi tersebut langsung disambut sorak sorai para peserta dan penonton yang memadati lokasi perlombaan.

Momen tersebut membuat suasana semakin cair dan menambah semangat para remaja yang mengikuti kompetisi.


Peserta Dibatasi 120 Orang

Menurut Kapolres, minat remaja terhadap kegiatan tersebut sangat tinggi. Namun panitia harus membatasi jumlah peserta demi menjaga kelancaran pelaksanaan lomba.

“Antusiasme remaja sangat tinggi. Saat ini kita batasi sekitar 120 peserta, dan rencananya kegiatan ini akan kita agendakan setiap tahun,” katanya.

Pembatasan jumlah peserta juga dilakukan agar perlombaan berjalan tertib dan tetap aman bagi seluruh peserta.


Antusiasme Tinggi di Lokasi Lomba

Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan remaja dan warga tampak memadati area lomba di jalan baru ujung tol Pangandaran.

Suasana berlangsung meriah dengan nuansa khas Ramadan. Sorak sorai penonton terdengar setiap kali peserta berlari di lintasan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi warga sekitar, tetapi juga menciptakan ruang berkumpul yang positif bagi kalangan muda.

Baca Juga : Cobain Ramadhan di Pangandaran, Menikmati Hidup Lebih Pelan


Peserta: Seru dan Tambah Teman

Salah satu peserta asal Kecamatan Kalipucang, Sheila (18), mengaku senang bisa ikut meramaikan lomba tersebut.

“Karena saya suka olahraga, selain hadiahnya menarik, lomba ini juga bisa menambah teman. Seru banget, vibes Ramadan-nya terasa banget,” ujarnya.


Jadi Ruang Positif bagi Generasi Muda

Melalui kegiatan seperti Run Race 2026, kepolisian berharap dapat memberikan ruang aktivitas positif bagi generasi muda di Pangandaran.

Selain itu, kegiatan olahraga bersama juga dinilai mampu mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat kepolisian.

Dengan konsep yang sederhana namun meriah, lomba lari tanpa alas kaki ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin tahunan di Pangandaran serta menjadi alternatif kegiatan sehat selama bulan Ramadan.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Terbaru Lainnya di Pangandaran