Pasokan Melimpah, Harga Udang Dogol Pangandaran Merosot ke Rp78 Ribu
Harga udang dogol Pangandaran mengalami penurunan saat musim kemarau mulai berlangsung. Kondisi itu terjadi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pangandaran, Senin (13/7/2026), seiring meningkatnya hasil tangkapan nelayan.
Melimpahnya pasokan udang dogol berut menjadi berkah bagi nelayan karena hasil tangkapan meningkat. Namun, bertambahnya volume pasokan juga berdampak pada turunnya harga jual di tingkat pelelangan.
Ketua KUD Pangandaran Jeje Wiradinata turun langsung memantau aktivitas pelelangan untuk melihat perkembangan harga sekaligus kondisi nelayan. Berdasarkan hasil pemantauannya, peningkatan tangkapan terjadi sejak memasuki musim kemarau.
Menurut Jeje, musim kemarau menjadi periode ketika berbagai jenis ikan dan biota laut mulai banyak tertangkap nelayan, termasuk udang dogol berut yang jumlahnya meningkat cukup signifikan.
Harga Udang Dogol Pangandaran Turun Akibat Pasokan Melimpah
Jeje menjelaskan hasil tangkapan udang dogol berut saat ini mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Kondisi tersebut menyebabkan harga di pelelangan bergerak turun mengikuti besarnya pasokan yang tersedia.
"Sekarang kan mulai musim kemarau, ikan biasanya pada keluar. Dan sekarang banyak udang keluar. Sekarang udang dogol belut ini banyak sekali," ujar Jeje saat memantau langsung situasi pelelangan, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan pemantauannya, harga udang dogol sebelumnya sempat berada di kisaran Rp100.000 per kilogram. Dalam beberapa hari terakhir harga turun menjadi Rp90.000 per kilogram, kemudian kembali turun hingga mencapai Rp78.000 per kilogram.
Penurunan tersebut dipengaruhi hukum pasar, yakni ketika pasokan meningkat dalam waktu bersamaan sehingga harga di tingkat pelelangan ikut terkoreksi.
Udang Tiger Dinilai Lebih Stabil
Jeje membandingkan kondisi udang dogol dengan udang tiger atau udang windu yang merupakan komoditas ekspor. Menurutnya, harga udang tiger relatif lebih stabil meski volume tangkapannya meningkat.
Sementara itu, udang dogol memiliki pasar yang lebih beragam. Sebagian hasil tangkapan diserap pasar ekspor, sedangkan sebagian lainnya dipasarkan di dalam negeri sehingga lebih rentan mengalami fluktuasi harga ketika pasokan melimpah.
Kondisi tersebut membuat nelayan penghasil udang dogol lebih merasakan dampak perubahan harga dibanding nelayan yang menangkap komoditas ekspor murni.
KUD Pangandaran Siapkan Langkah Menjaga Stabilitas Harga
Menanggapi penurunan harga tersebut, Jeje menegaskan KUD Pangandaran tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan melakukan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas harga agar tidak terus mengalami penurunan.
Menurutnya, KUD Pangandaran berencana menggelar pembahasan bersama perwakilan nelayan dan para bakul atau pembeli besar guna mencari solusi yang dapat menguntungkan seluruh pihak.
"Tentu sebagai orang yang bertanggung jawab, saya hari ini monitoring dan besok akan mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu. Sehingga harga dogol ini juga bisa stabil, jangan terus turun," tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara melimpahnya hasil tangkapan selama musim kemarau dengan harga jual yang diterima nelayan. Hingga berita ini ditulis, belum disampaikan secara rinci langkah yang akan diterapkan untuk menstabilkan harga udang dogol Pangandaran.

