Gerak Misterius JPMorgan Guncang Kripto, Disebut Mirip Operation Choke Point

Gerak Misterius JPMorgan Guncang Kripto, Disebut Mirip Operation Choke Point 

Pangandaran, Harian Pangandaran — Dunia kripto kembali bergejolak setelah JPMorgan menutup rekening bank milik seorang CEO perusahaan aset digital besar. Langkah tersebut memunculkan kembali kekhawatiran atas praktik serupa Operation Choke Point, sebuah inisiatif kontroversial yang pernah digunakan untuk menekan industri tertentu. Kasus ini menambah ketidakpastian bagi investor yang mengamati hubungan perbankan tradisional dengan sektor aset digital.


Rating Negatif dan Lonjakan Short: Sinyal Perubahan Sentimen Institusi

JPMorgan sebelumnya mengeluarkan rating negatif terhadap sebuah perusahaan penyimpan cadangan besar Bitcoin. Rekomendasi ini langsung diikuti meningkatnya posisi short di pasar. Meski sempat muncul spekulasi bahwa bank tersebut akan diuntungkan dari penurunan harga, analisis menunjukkan rekomendasi itu murni berdasarkan fundamental perusahaan.

Bank menyoroti dua risiko utama:

  • potensi penurunan nilai aset, dan

  • kemungkinan terbatasnya akses pembiayaan.

Dua faktor ini biasanya diterjemahkan pasar sebagai peningkatan volatilitas serta melemahnya sentimen terhadap perusahaan kripto yang menjadi sorotan.


Akses Perbankan Jadi Sorotan, Nasib Modal Institusi Dipertanyakan

Keputusan JPMorgan menutup rekening yang terhubung dengan pelaku industri kripto menjadi sinyal bahwa akses terhadap layanan perbankan bagi perusahaan aset digital belum stabil. Ini berpotensi menghambat aliran modal institusional yang sangat dibutuhkan perusahaan kripto untuk menjaga operasional, likuiditas, dan ekspansi bisnis.

Ketidakpastian ini juga dapat memengaruhi penilaian risiko investor institusi. Akses bank yang tidak konsisten dapat memperbesar risiko operasional serta menurunkan kepercayaan investor terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan kripto.

BACA JUGA : Bukan Cuma Laut, Pangandaran punya "Emas Putih" yang berharga


Bayang-Bayang Operation Choke Point 2.0 Muncul Lagi

Penutupan akun yang dilakukan tanpa alasan jelas memicu kekhawatiran bahwa pola seperti Operation Choke Point bisa kembali terjadi dalam bentuk baru. Beberapa regulator dan legislator di Amerika Serikat menyoroti tren penutupan akun ini, yang dianggap bisa menghambat inovasi serta menghalangi perkembangan keuangan digital.

Dalam konteks investasi, risiko regulasi semakin relevan untuk diperhatikan. Investor perlu memahami ketergantungan perusahaan kripto terhadap sistem finansial tradisional, serta kesiapan mereka dalam menghadapi perubahan kebijakan yang cepat dan tidak terduga.


Catatan Penting bagi Investor dan Pelaku Bisnis

  • Penutupan akun terkait industri kripto dilaporkan meningkat, menambah ketidakpastian operasional.

  • Regulasi dan sikap perbankan terhadap kripto bisa menjadi penggerak utama risiko jangka pendek.

  • Bank besar masih menilai sektor kripto berada dalam kategori risiko tinggi.

  • Meski demikian, laporan menunjukkan bahwa transaksi ilegal lebih banyak berlangsung melalui bank tradisional dibandingkan aset digital.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persepsi risiko kripto kerap tidak sejalan dengan data di lapangan.


Prospek Industri Kripto ke Depan

  1. Volatilitas pasar berpotensi meningkat dalam jangka pendek akibat sentimen negatif dari institusi keuangan besar.

  2. Peluang undervaluation dapat muncul bagi investor jangka panjang, terutama pada aset kripto dengan fundamental kuat.

  3. Perusahaan kripto harus memperkuat manajemen risiko, terutama dalam hal compliance, diversifikasi akses perbankan, dan tata kelola operasional.

Dalam konteks makro, ketidakpastian perbankan bisa menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sektor kripto untuk membangun infrastruktur finansial alternatif yang lebih mandiri.


Aksi JPMorgan memperlihatkan bahwa sektor kripto masih sangat dipengaruhi kebijakan perbankan dan regulasi pemerintah. Bagi investor, memahami risiko struktural ini menjadi kunci sebelum menambah eksposur pada aset digital. Namun bagi investor jangka panjang, periode ketidakpastian seperti ini sering menjadi titik masuk strategis ketika valuasi sedang tertekan dan sentimen berada pada level rendah.

Sumber: CoinMarketCap

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Terbaru Lainnya di Pangandaran