Dulu Indah Kini Kumuh, Begini Kondisi Pantai Pasir Putih Pangandaran

Dulu Indah Kini Kumuh, Begini Kondisi Pantai Pasir Putih Pangandaran

Pangandaran - Pantai Timur Pangandaran yang berada di samping kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pananjung kini memprihatinkan. Kawasan yang semestinya menyuguhkan panorama pasir putih dan laut biru itu justru dipenuhi tumpukan sampah, limbah bekas pencucian ikan, hingga deretan perahu nelayan yang bersandar di bibir pantai.

Padahal, Pantai Timur Pangandaran dikenal memiliki karakter unik dengan perpaduan dua jenis pasir yang terlihat cantik saat dipandang maupun diabadikan kamera. Namun kondisi tersebut kini seolah kehilangan pesonanya.

Terumbu karang dan hamparan pasir yang dahulu menjadi daya tarik wisatawan perlahan tertutup oleh aktivitas sandaran perahu serta penumpukan sampah kiriman. Hingga kini, kondisi tersebut belum mendapat penanganan serius.

Baca Juga : Lokasi Terbaik Lihat Sunrise Pangandaran itu Disini

Penataan Pernah Dilakukan, Tapi Tak Bertahan Lama

Upaya penataan sebenarnya pernah dilakukan pada tahun lalu. Saat itu, Satgas Jaga Lembur membersihkan kawasan dengan memindahkan bangkai perahu tak terpakai serta menertibkan warung-warung kecil di sekitar Pantai Timur.

Tak hanya itu, sempat muncul rencana pemindahan total perahu nelayan ke Pelabuhan Cikidang agar kawasan pasir putih kembali bersih dan tertata.

Namun kondisi tersebut tak bertahan lama. Perahu kembali menumpuk di pesisir, warung-warung kecil bermunculan lagi, dan sampah kembali memenuhi kawasan pantai.

Berbagai rapat hingga koordinasi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun belum membuahkan hasil maksimal. Kondisi Pantai Timur hingga kini masih terlihat kumuh dan jauh dari kesan destinasi wisata unggulan.

Warga Kenang Pasir Putih 20 Tahun Lalu

Warga Pangandaran, Satimin, mengenang suasana Pantai Pasir Putih sekitar 20 tahun lalu yang disebutnya masih sangat bersih dan menjadi lokasi favorit warga lokal.

"Memang sejak dulu sudah indah, apalagi pasir putihnya, dua puluh tahun lalu masih bersih," kata Satimin saat berbincang, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, sejak dahulu kawasan pasir putih memang digunakan nelayan sebagai tempat bersandar perahu. Namun ia menilai kondisi kebersihan tetap bisa dijaga.

"Mungkin bagi yang belum pindah ke Pelabuhan Cikidang merasa mereka masih mewarisi tempat orang tuanya, sehingga terasa berat," ujarnya.

Satimin mengatakan ayahnya dulu juga menyimpan perahu di kawasan tersebut ketika masih aktif menjadi nelayan.

"Dulu juga bapak waktu masih aktif nelayan simpan perahunya di sini, cuma tidak saya teruskan," ucapnya.

Ia pun mengenang masa kecil saat Pantai Pasir Putih menjadi tempat favorit bermain hingga membakar ikan hasil tangkapan.

"Mau berenang, nangka ikan lalu dibakar sekitar sini, dulu momen itu terasa asyik," katanya.

Disparbud Fokus Penertiban Parkir

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Irna Kusmayanti, mengakui penataan kawasan Pantai Timur belum menjadi fokus utama saat ini.

"Saat ini lagi konsen penertiban parkir," kata Irna.

Menurutnya, pemerintah saat ini masih memprioritaskan larangan parkir di bahu jalan kawasan wisata sebelum melanjutkan penataan lebih luas di Pantai Timur.

"Jadi itu sementara mah, penataan mungkin setelah selesai ini sampai lokasi parkir di kawasan wisata rapi," ungkapnya.

Warga berharap penataan Pantai Timur Pangandaran ke depan tidak hanya sekadar mengejar keunikan, tetapi juga memperhatikan estetika dan keberlanjutan kawasan wisata.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Terbaru Lainnya di Pangandaran