Petani Pondok Lombok Pangandaran Sulap Lahan Pantai Jadi Kebun Semangka

agus muhyanto panen semangka di pesisir pangandaran
Pangandaran - Petani asal Dusun Pondok Lombok, Desa Sidomulyo, Pangandaran, sukses mengubah lahan pesisir pantai selatan yang dulunya dianggap tandus menjadi kebun semangka produktif. Dari lahan seluas tiga hektare itu, puluhan ton semangka tanpa biji berkualitas unggul berhasil dipanen dalam sekali musim tanam.

Petani tersebut adalah Agus Muhyanto. Warga Dusun Pondok Lombok, Desa Sidomulyo, Pangandaran itu kini mengembangkan budidaya semangka tanpa biji di kawasan pesisir pantai selatan Pangandaran.

Hamparan kebun semangka miliknya membentang di tengah kawasan pantai dengan kondisi tanah berpasir dan terpaan angin laut yang cukup ekstrem. Namun kondisi tersebut justru mampu dimanfaatkan menjadi lahan pertanian bernilai ekonomi tinggi.

Agus mengatakan pengembangan sektor pertanian tidak hanya soal memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Mengembangkan SDM dan SDA untuk pertanian sangat penting. Dengan adanya program MBG, masyarakat juga harus ikut berkontribusi melalui sektor pertanian,” ujar Agus saat ditemui di kebun semangka miliknya di kawasan pesisir Pangandaran, Senin (11/5/2026).

Cuaca Jadi Tantangan Utama

Budidaya semangka di kawasan pesisir bukan tanpa tantangan. Agus menyebut faktor cuaca menjadi hal paling krusial yang menentukan kualitas hasil panen.

Dalam satu kali masa tanam, semangka membutuhkan waktu sekitar 60 hari hingga panen. Namun kondisi cuaca di kawasan pantai yang kerap berubah dan disertai angin kencang membuat petani harus ekstra memperhatikan perawatan tanaman.

“Kalau cuaca bagus hasilnya maksimal, tetapi kalau cuaca kurang mendukung tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan buah. Karena lokasinya di pesisir pantai, faktor cuaca memang harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Meski begitu, kondisi lahan berpasir di kawasan pantai ternyata tidak menghalangi hasil produksi. Seluruh lahan seluas tiga hektare tersebut ditanami semangka tanpa biji dengan sistem satu kali tanam untuk satu kali panen.

Dalam setahun, petani dapat melakukan tiga kali masa tanam. Hasilnya pun cukup menjanjikan dengan total produksi mencapai sekitar 40 ton dalam sekali panen.

Semangka Pangandaran Punya Kualitas Unggul

Semangka yang dihasilkan dari kebun pesisir Pangandaran dikenal memiliki kualitas unggul. Rata-rata berat buah mencapai lebih dari empat kilogram per buah.

Selain rasanya manis dan segar, semangka tersebut juga memiliki daya simpan yang cukup baik sehingga lebih tahan lama saat dipasarkan ke berbagai daerah.

Keberhasilan budidaya semangka di kawasan pesisir itu sekaligus mematahkan anggapan bahwa lahan pantai tidak bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian produktif.

Serap Tenaga Kerja Lokal

Agus menyebut usaha pertanian semangka juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Setiap satu hektare lahan setidaknya membutuhkan satu pekerja tetap dan satu asisten untuk membantu proses perawatan hingga panen.

Dengan luas lahan mencapai tiga hektare, sektor pertanian semangka tersebut ikut menyerap tenaga kerja lokal di kawasan Pangandaran.

Agus pun mengajak generasi muda untuk tidak malu terjun ke dunia pertanian. Menurutnya, sektor pertanian memiliki prospek menjanjikan apabila digeluti secara serius.

“Untuk generasi muda jangan malu menanam. Ayo menanam buah semangka, karena dari sana kita bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman. Pertanian punya masa depan yang bagus kalau ditekuni dengan serius,” pungkasnya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Terbaru Lainnya di Pangandaran