PANGANDARAN – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Kabupaten Pangandaran terus menunjukkan tren positif. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada 2025 sukses mencapai Rp 16,75 triliun. Simak laporan mendalam lainnya melalui rubrik Berita Pangandaran.
Capaian tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya pada 2024 yang tercatat sebesar Rp 15,47 triliun. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, skala ekonomi daerah ini juga terus mengalami eskalasi berkelanjutan dari posisi Rp 12,12 triliun pada 2021.
Selain dari nilai nominal, pertumbuhan ekonomi riil turut menunjukkan grafik menanjak. Berdasarkan data PDRB atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2010, angka tersebut naik dari Rp 9,32 triliun pada 2024 menjadi Rp 9,85 triliun pada 2025. Kenaikan ini mengindikasikan adanya ekspansi aktivitas produksi riil di tengah masyarakat tanpa terdistorsi faktor inflasi semata.
Sektor Pertanian Kokoh Jadi Tulang Punggung
Berdasarkan struktur lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mempertahankan posisi dominannya sebagai penyumbang terbesar bagi perekonomian daerah.
Kontribusi tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang berada di level 25,60 persen. Hal ini menegaskan bahwa basis agraris dan kelautan tetap menjadi fondasi utama penopang kesejahteraan masyarakat Pangandaran.
Peran Sektor Pariwisata dan Jasa Pendukung
Di sisi lain, sektor-sektor yang berkaitan erat dengan ekosistem pariwisata turut mencatatkan andil besar dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.
Sektor perdagangan besar dan eceran menduduki peringkat kedua dengan perolehan Rp 3,10 triliun atau menyumbang 18,52 persen dari total PDRB. Disusul sektor transportasi dan pergudangan senilai Rp 2,32 triliun (13,90 persen), serta sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum yang mencatat Rp 1,74 triliun (10,41 persen). Sementara itu, sektor konstruksi turut memberikan sokongan sebesar Rp 1,30 triliun (7,81 persen).
Detail Struktur PDRB Kabupaten Pangandaran
Geser tabel ke samping kanan-kiri untuk melihat rincian lengkap:
Ditopang Kuat oleh Dua Pilar Utama
Secara akumulatif, BPS mencatat kombinasi antara sektor pertanian/perikanan dengan rumpun sektor pendukung pariwisata (perdagangan, transportasi, akomodasi, serta kuliner) secara kolektif menyumbang lebih dari 69 persen dari keseluruhan struktur ekonomi Kabupaten Pangandaran.
Dominasi sektor-sektor tersebut memperlihatkan karakteristik struktur ekonomi daerah yang bertumpu pada optimalisasi sumber daya alam berpadu dengan industri pariwisata. Pemerintah berharap keberlanjutan tren positif ini dapat terus mendorong perluasan kesempatan kerja serta meningkatkan taraf hidup masyarakat secara merata.
Sumber Data & Metodologi: Infografis dan data statistik perekonomian di atas disadur secara resmi dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran (Data Full Year 2025). Analisis komparatif diolah berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).
Kontak Jurnalis / Redaksi Harian Pangandaran: harianpangandaran@gmail.com
