Bertahan Sejak 1992, Jembatan Pongpet Disurvei Jadi Permanen
Usai kunjungan ke lokasi jembatan gantung yang slingnya sempat putus saat peresmian jalur Cijulang–Cigugur, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong survei jalur alternatif sebagai dasar pembangunan jembatan permanen di Margacinta.
PANGANDARAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pembangunan jembatan permanen untuk menggantikan jembatan gantung Pongpet di Margacinta, Kabupaten Pangandaran. Dedi menilai pembangunan jembatan permanen dapat menjadi solusi jangka panjang bagi akses masyarakat di wilayah tersebut.
Namun, sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah diminta terlebih dahulu melakukan survei terhadap sejumlah jalur alternatif. Hal itu disampaikan Dedi saat mengunjungi Jembatan Gantung Pongpet Margacinta, Sabtu (5/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dedi didampingi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.
Survei diperlukan untuk menentukan jalur yang paling tepat dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari jarak, aksesibilitas, kondisi geografis, hingga keamanan konstruksi. Dedi juga menyoroti kondisi jembatan gantung yang memiliki bentang cukup panjang dan tingkat kecuraman yang ekstrem — kondisi yang turut menjadi pertimbangan dalam menentukan solusi infrastruktur jangka panjang.
Bertahan Sejak 1992, Kini Disorot Aspek Keselamatan
Meski demikian, Dedi mengakui jembatan gantung tersebut memiliki sejarah panjang. Jembatan itu telah bertahan sejak 1992 setelah dibangun melalui gotong royong dan swadaya masyarakat. Sejumlah tokoh lokal yang ikut menginisiasi pembangunan jembatan tersebut kemungkinan masih ada hingga sekarang.
Meski jembatan gantung tersebut sudah terbukti mampu bertahan sejak tahun 1992 berkat gotong royong dan swadaya masyarakat, faktor teknis dan keselamatan saat ini tentu memerlukan evaluasi yang jauh lebih ketat.
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Menurut Dedi, kondisi jembatan yang telah bertahan selama puluhan tahun tidak serta-merta membuat aspek keselamatan saat ini dapat diabaikan. Evaluasi teknis diperlukan untuk menyesuaikan infrastruktur dengan kebutuhan dan standar keselamatan.
Empat Aspek Jadi Dasar Survei Jalur Alternatif
Karena itu, pembangunan jembatan permanen menjadi salah satu pilihan yang didorong untuk menggantikan jembatan gantung tersebut. Namun, penentuan lokasinya tetap harus didasarkan pada hasil survei dan pendataan di lapangan.
Dengan survei dan pendataan teknis, beberapa aspek krusial bisa dipetakan secara objektif, termasuk perbandingan jarak dan aksesibilitas serta mitigasi risiko geografis.
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Kronologi Jembatan Gantung Pongpet Margacinta
Sorotan terhadap Jembatan Gantung Pongpet mencuat sejak insiden sling putus yang terjadi saat peresmian jalur Cijulang–Cigugur, sebelum akhirnya diperbaiki oleh TNI dan kini menjadi perhatian langsung Gubernur Jawa Barat.
-
1992Jembatan Gantung Pongpet Margacinta dibangun melalui gotong royong dan swadaya masyarakat setempat.
-
Agustus 2026Sling jembatan putus saat peresmian jalur Cijulang–Cigugur, memicu perhatian luas warga.
-
September 2026TNI turun tangan memperbaiki jembatan gantung Pongpet pasca insiden sling putus.
-
5 September 2026Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung lokasi didampingi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, dan mendorong survei jalur alternatif untuk pembangunan jembatan permanen.
Jembatan Permanen Harus Aman untuk Jangka Panjang
Dedi menegaskan, jembatan permanen yang nantinya dibangun harus memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk jangka panjang. Dengan demikian, rencana pembangunan tidak hanya berorientasi pada penggantian jembatan gantung, tetapi juga memastikan jalur yang dipilih benar-benar memberikan akses yang aman dan efektif bagi masyarakat Margacinta.
Jembatan gantung Pongpet sudah membuktikan ketahanannya sejak 1992 — tapi keselamatan warga hari ini menuntut standar yang jauh lebih ketat dari sekadar bertahan lama.

