Bertahan Sejak 1992, Jembatan Pongpet Disurvei Jadi Permanen

INFRASTRUKTUR

Usai kunjungan ke lokasi jembatan gantung yang slingnya sempat putus saat peresmian jalur Cijulang–Cigugur, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong survei jalur alternatif sebagai dasar pembangunan jembatan permanen di Margacinta.

1992
Tahun jembatan gantung Pongpet dibangun
34 Thn
Usia jembatan hingga 2026
4
Aspek jadi dasar survei jalur alternatif

PANGANDARAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pembangunan jembatan permanen untuk menggantikan jembatan gantung Pongpet di Margacinta, Kabupaten Pangandaran. Dedi menilai pembangunan jembatan permanen dapat menjadi solusi jangka panjang bagi akses masyarakat di wilayah tersebut.

Namun, sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah diminta terlebih dahulu melakukan survei terhadap sejumlah jalur alternatif. Hal itu disampaikan Dedi saat mengunjungi Jembatan Gantung Pongpet Margacinta, Sabtu (5/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dedi didampingi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.

Survei diperlukan untuk menentukan jalur yang paling tepat dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari jarak, aksesibilitas, kondisi geografis, hingga keamanan konstruksi. Dedi juga menyoroti kondisi jembatan gantung yang memiliki bentang cukup panjang dan tingkat kecuraman yang ekstrem — kondisi yang turut menjadi pertimbangan dalam menentukan solusi infrastruktur jangka panjang.

Bertahan Sejak 1992, Kini Disorot Aspek Keselamatan

Meski demikian, Dedi mengakui jembatan gantung tersebut memiliki sejarah panjang. Jembatan itu telah bertahan sejak 1992 setelah dibangun melalui gotong royong dan swadaya masyarakat. Sejumlah tokoh lokal yang ikut menginisiasi pembangunan jembatan tersebut kemungkinan masih ada hingga sekarang.

Usia Jembatan Gantung Pongpet
Dibangun secara gotong royong & swadaya masyarakat pada 1992
1992 · dibangun swadaya2026 · 34 tahun beroperasi
Sumber: keterangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat kunjungan, 5 September 2026

Meski jembatan gantung tersebut sudah terbukti mampu bertahan sejak tahun 1992 berkat gotong royong dan swadaya masyarakat, faktor teknis dan keselamatan saat ini tentu memerlukan evaluasi yang jauh lebih ketat.

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat

Menurut Dedi, kondisi jembatan yang telah bertahan selama puluhan tahun tidak serta-merta membuat aspek keselamatan saat ini dapat diabaikan. Evaluasi teknis diperlukan untuk menyesuaikan infrastruktur dengan kebutuhan dan standar keselamatan.

Empat Aspek Jadi Dasar Survei Jalur Alternatif

Karena itu, pembangunan jembatan permanen menjadi salah satu pilihan yang didorong untuk menggantikan jembatan gantung tersebut. Namun, penentuan lokasinya tetap harus didasarkan pada hasil survei dan pendataan di lapangan.

Aspek yang Dipertimbangkan dalam Survei Jalur Alternatif
Empat faktor yang disebut Gubernur Dedi Mulyadi sebagai dasar penentuan lokasi jembatan permanen
1
Jarak
Perbandingan jarak tiap jalur alternatif terhadap akses masyarakat.
2
Aksesibilitas
Rute yang memberi akses lebih efektif untuk aktivitas sehari-hari warga.
3
Kondisi Geografis
Pemetaan kontur tanah dan titik tumpu pada masing-masing jalur.
4
Keamanan Konstruksi
Mitigasi potensi kerawanan & standar keselamatan bangunan jembatan.
Sumber: keterangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat kunjungan, 5 September 2026

Dengan survei dan pendataan teknis, beberapa aspek krusial bisa dipetakan secara objektif, termasuk perbandingan jarak dan aksesibilitas serta mitigasi risiko geografis.

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat

Kronologi Jembatan Gantung Pongpet Margacinta

Sorotan terhadap Jembatan Gantung Pongpet mencuat sejak insiden sling putus yang terjadi saat peresmian jalur Cijulang–Cigugur, sebelum akhirnya diperbaiki oleh TNI dan kini menjadi perhatian langsung Gubernur Jawa Barat.

Rangkaian Peristiwa Jembatan Gantung Pongpet
Dari insiden sling putus hingga dorongan pembangunan jembatan permanen
  • 1992
    Jembatan Gantung Pongpet Margacinta dibangun melalui gotong royong dan swadaya masyarakat setempat.
  • Agustus 2026
    Sling jembatan putus saat peresmian jalur Cijulang–Cigugur, memicu perhatian luas warga.
  • September 2026
    TNI turun tangan memperbaiki jembatan gantung Pongpet pasca insiden sling putus.
  • 5 September 2026
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung lokasi didampingi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, dan mendorong survei jalur alternatif untuk pembangunan jembatan permanen.
Sumber: pemberitaan Harian Pangandaran & keterangan Gubernur Jawa Barat

Jembatan Permanen Harus Aman untuk Jangka Panjang

Dedi menegaskan, jembatan permanen yang nantinya dibangun harus memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk jangka panjang. Dengan demikian, rencana pembangunan tidak hanya berorientasi pada penggantian jembatan gantung, tetapi juga memastikan jalur yang dipilih benar-benar memberikan akses yang aman dan efektif bagi masyarakat Margacinta.

Jembatan gantung Pongpet sudah membuktikan ketahanannya sejak 1992 — tapi keselamatan warga hari ini menuntut standar yang jauh lebih ketat dari sekadar bertahan lama.
Jembatan Pongpet Margacinta Dedi Mulyadi Infrastruktur Pangandaran

Catatan Redaksi

Artikel ini merupakan bagian dari rangkaian pemberitaan Harian Pangandaran mengenai Jembatan Gantung Pongpet Margacinta, dimulai dari insiden sling putus saat peresmian jalur Cijulang–Cigugur pada Agustus 2026, dilanjutkan perbaikan oleh TNI pada September 2026, hingga kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Sabtu, 5 September 2026. Seluruh kutipan dan keterangan dalam artikel ini bersumber dari pernyataan resmi Dedi Mulyadi saat kunjungan lapangan didampingi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Terbaru Lainnya di Pangandaran