Usai Paceklik Panjang, Hasil Tangkapan Nelayan Pangandaran Mulai Naik

Suasana Tempat Pelelangan Ikan Pangandaran di Babakan Pangandaran

Ekonomi Harian Pangandaran, Sektor perikanan tangkap di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah nelayan mengalami paceklik panjang sepanjang tahun 2025. Memasuki Januari 2026, hasil tangkapan nelayan di wilayah perairan Pangandaran, pesisir selatan Jawa Barat, berangsur meningkat seiring membaiknya kondisi cuaca laut.

Cuaca Laut Pangandaran Berangsur Membaik

Cuaca ekstrem yang melanda perairan Samudra Hindia di selatan Pangandaran sepanjang 2025 lalu berdampak langsung pada aktivitas nelayan tradisional. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan di Kecamatan Pangandaran, khususnya di Desa Babakan, kerap membatasi waktu melaut sehingga memengaruhi produksi perikanan dan pendapatan harian.

Memasuki awal tahun 2026, kondisi cuaca laut di Pangandaran mulai lebih kondusif meski belum sepenuhnya stabil. Aktivitas melaut nelayan kembali berjalan, diikuti dengan meningkatnya aktivitas bongkar muat hasil tangkapan.

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Cikidang Babakan, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, kembali dipadati nelayan dan bakul ikan, terutama pada pagi hari.

Nelayan Desa Babakan Mulai Rasakan Perubahan

Hadi (42), nelayan asal Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, mengungkapkan bahwa hasil melaut pada Januari 2026 mulai menunjukkan perubahan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada bulan Januari ini saya bersama satu orang anak buah kapal hampir setiap melaut mendapatkan ikan, meski jumlahnya belum terlalu banyak. Hari ini dapat ikan layur, montok, dan udang. Kalau dijual kurang lebih bisa jadi lima ratus ribu rupiah,” ujar Hadi, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, penghasilan nelayan saat kondisi sepi berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per melaut. Sementara saat hasil tangkapan melimpah, pendapatan bisa jauh lebih besar.

Harga Ikan di TPI Cikidang Mulai Stabil

Aktivitas pelelangan ikan di TPI Cikidang Babakan berjalan lancar. Proses transaksi antara bakul dan bakul yang dibantu juru lelang membuat harga ikan relatif stabil dan cenderung meningkat, sehingga memberikan keuntungan bagi nelayan.

Petugas Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran, Adang Suhendar, menyebutkan bahwa produksi hasil tangkapan nelayan pada awal Januari 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Yang tadinya harga ikan murah, sekarang sudah mulai naik. Ke depannya mudah-mudahan bisa mencapai target,” kata Adang.

Target Transaksi KUD Minasari Rp3,5 Miliar per Bulan

KUD Minasari menargetkan perputaran transaksi ramah setiap bulan sebesar Rp3,5 miliar. Namun, kendala yang masih dihadapi saat ini adalah faktor cuaca, terutama angin kencang yang membatasi waktu nelayan melaut di wilayah perairan Pangandaran.

Dengan harapan kondisi cuaca laut di Kabupaten Pangandaran semakin membaik, nelayan di pesisir selatan Jawa Barat diharapkan dapat kembali meningkatkan kesejahteraan melalui aktivitas penangkapan dan pelelangan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Cikidang Babakan.



Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Terbaru Lainnya di Pangandaran