Truk Muatan 9 Ton Batok Kelapa Oleng lalu Hantam Saung Warung Seblak di Pangandaran
Pangandaran - Sebuah truk bermuatan 9 ton batok kelapa mengalami kecelakaan tunggal hingga menabrak warung seblak di wilayah Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Rabu (6/5/2026) pagi. Akibat insiden itu, saung lesehan milik warga hancur total.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Truk diesel bernomor polisi Z 9092 NB diketahui melaju dari Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, dengan tujuan Yogyakarta.
Kecelakaan diduga dipicu sopir yang mengantuk hingga kehilangan kendali kendaraan.
Saung Warung Seblak Hancur
Pemilik warung seblak, Agustiana (37), mengaku terkejut saat mendengar suara benturan keras dari luar rumahnya.
"Saya sedang di kamar, tiba-tiba terdengar suara benturan keras. Pas keluar rumah, saung tempat makan sudah roboh dan terlihat bagian depan truk," kata Agustiana.
Menurutnya, bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah adalah saung lesehan yang biasa digunakan pelanggan makan di tempat.
"Saungnya hancur total. Untuk sementara tidak bisa dipakai lagi sebelum dibangun ulang. Kerugiannya sekitar Rp 7 juta," ungkapnya.
Akibat kerusakan tersebut, aktivitas pelanggan untuk makan di tempat dipastikan terganggu sementara waktu.
Baca Juga : Pantai Timur Pangandaran butuh perhatian, karena ini
Polisi Beberkan Dugaan Penyebab
Kapolsek Cimerak AKP Sova Maulana mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan dari Kepala Desa Ciparanti terkait kecelakaan tunggal tersebut.
"Saat kami berada di Polsek Cimerak, ada laporan dari Kepala Desa Ciparanti terkait kecelakaan tunggal sebuah truk diesel bermuatan batok kelapa yang menabrak warung seblak milik warga," ujar Sova.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, sopir diduga mengantuk saat melintas di lokasi hingga kendaraan hilang kendali.
Selain menghancurkan saung warung, truk juga merusak fasilitas lain di sekitar lokasi, mulai dari penerangan jalan umum (PJU) hingga kabel jaringan internet warga.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

